Langsung ke konten utama

Bioinformatika Dan Biologi Molekuler

PENDAHULUAN

Pada tahun 1953, watson dan crick menemukan struktur DNA, hal ini menandakan perkembangan baru di dalam ilmu hayati. Ilmu biologi molekuler berkembang sangat pesat ketika struktur DNA ini ditemukan. Banyak sektor yang memerlukan bantuan biologi molekuler diantaranya adalah pertanian, kedokteran dan lain sebagainya. Berkat biologi molekuler, maka penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan lebih mudah dideteksi.

Dengan berkembangannya ilmu biologi molekuler maka data hasil experimen terus bertambah. Diperlukan suatu ilmu baru, untuk mengolah data tersebut menjadi informasi yang berguna.

PERMASALAHAN

1. apa itu biologi molekuler ?
2. apa kaitan biologi molekuler dengan bioinformatika.
3. apa contoh fungsi dari bioinformatika ?

PEMBAHASAN

Biologi Molekuler

Biologi molekular atau biologi molekul merupakan salah satu cabang biologi yang merujuk kepada pengkajian mengenai kehidupan pada skala molekul. Ini termasuk penyelidikan tentang interaksi molekul dalam benda hidup dan kesannya, terutama tentang interaksi berbagai sistem dalam sel, termasuk interaksi DNA, RNA, dan sintesis protein, dan bagaimana interaksi tersebut diatur. Bidang ini bertumpang tindih dengan bidang biologi (dan kimia) lainnya, terutama genetika dan biokimia.

Kaitan Biologi Molekuler Dengan Bioinformatika

Perkembangan ilmu biologi molekuler sangatlah pesat sehingga data hasil experimen yang dilakukan di suatu laboratorium semakin bertambah. Diperlukan suatu ilmu yang mempelajari atau untuk mengolah data – data hasil experimen tersebut menjadi sebuah informasi. Ilmu yang mengolah data tersebut adalah bioinformatika. Bioinformatika adalah suatu ilmu gabungan antara biologi dan informatika untuk memecahkan permasalah biologi molekuler secara komputasi. Permasalah yang dapat diselesaikan dapat beragam, diantaranya adalah memecahkan mekanisme enzim, metabolisme protein, desain obat dan sebagainya.

Bioinformatika untuk diagnosa penyakit baru

Terdapat beberapa cara unuk mendiagnosis suatu penyakit antara lain isolasi agen penyebab penyakit dan analisis morfologinya, deteksi antibodi yang dihasilkan dari infeksi dengan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan deteksi gen dari agen penyebab penyakit dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Teknik PCR merupakan teknik yang banyak digunakan saat ini karena teknik ini relatif sederhana, praktis dan cepat. Dalam teknik PCR, desain primer untuk amplifikasi DNA merupakan unsur yang penting. Desain primer memerlukan data urutan DNA dari genom agen dan perangkat lunak untuk melakukan desain primer. Untuk agen yang mempunyai genom RNA harus dilakukan transkripsi balik (reverse transcription) dahulu dengan menggunakan enzim reverse transcriptase. Transkripsi balik dan PCR bisa dilakukan sekaligus melalui teknik RT-PCR (Reverse Transcriptation-PCR).

Teknik PCR merupakan teknik yang banyak digunakan saat ini karena teknik ini relatif sederhana, praktis dan cepat. Dalam teknik PCR, desain primer untuk amplifikasi DNA merupakan unsur yang penting. Desain primer memerlukan data urutan DNA dari genom agen dan perangkat lunak untuk melakukan desain primer. Untuk agen yang mempunyai genom RNA harus dilakukan transkripsi balik (reverse transcription) dahulu dengan menggunakan enzim reverse transcriptase. Transkripsi balik dan PCR bisa dilakukan sekaligus melalui teknik RT-PCR (Reverse Transcriptation-PCR).

KESIMPULAN

Bioinformatika adalah teknologi pengumpulan, penyimpanan, analisis, dan aplikasi dari data-data biologi terutama biologi molekuler. Bioinformatika berperan dalam bidang klinis dalam bentuk informasi klinis, identifikasi mutasi gen-gen penyebab penyakit, terapi gen, dan pengobatan individual sesuai profil genetik setiap pasien di masa mendatang. Bioinformatika juga dapat menghemat biaya pada saat experimen dilakukan terutama pada bidang biologi molekuler.

Sumber

MEDICAL IMAGING UNTUK ANALISIS EKSPRESI GEN DALAM DETEKSI PENYAKIT
Analisis Bioinformatika Berbasis WEB untuk Eksplorasi Enzim Kitosanase Berdasarkan Kemiripan Sekuens
Peran Bioinformatika dalam Bidang Kedokteran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUTORIAL MACRO EXCEL DAN CONDITIONAL FORMATTING PADA MICROSOFT EXCEL 2013

Macro adalah sederetan fungsi dan perintah program yang disimpan dalam menu Visual Basic dan juga Macro excel disebut sebagai sebuah tool yang kita gunakan untuk membuat suatu masalah menjadi lebih gampang dikerjakan dan biasanya digunakan untuk analisa permasalahan di dalam database-database besar.
SCREENSHOT PROGRAM

JSON VS XML

JSON VS XML
1.Pengertian JSON
JSON (JavaScript Object Notation) adalah format pertukaran data yang ringan, mudah dibaca dan ditulis oleh manusia, serta mudah diterjemahkan dan dibuat (generate) oleh komputer. Format ini dibuat berdasarkan bagian dari Bahasa Pemprograman JavaScript, Standar ECMA-262 Edisi ke-3 - Desember 1999 (http://www.json.org).
JSON adalah salah satu bahasa markup yang dapat melakukan pertukaran data dimana JSON ini dibuat berdasarkan javascript dan pastinya sintaknya lebih ke javascript. Dengan membuat sebuah JSON sama halnya dengan kita membuat sebuah object pada javascript itu sendiri. Di dalam membuat JSON pasti kita bakal berkenalan dengan yang namanya array pada javascript sehingga memudahkan bagi para deveploper/programmer.
1.1.Mengapa kita menggunakan JSON ?
JSON sama halnya dengan XML yaitu yang berfungsi sebagai pembawa data atau sebagai pertukaran data antar client server. JSON dapat digunakan di berbagai bahasa pemograman, dapat digunakan dalam bahasa pemo…